Rabu, 05 Oktober 2016

Wisata kampung coklat, edukasi Kampung coklat, profil kampung coklat blitar

Wisata Edukasi Kampung Coklat di Blitar

kampung coklat, kampung coklat blitar, olahan coklat, belajar mengenal coklat, kebun coklat jawa timur, coklat kediri, coklat malang, coklat jember, pabrik coklat, makanan dari coklat.

Info lengkap Kampung Coklat di Blitar bisa Anda simak dalam ulasan artikel tentang wisata edukasi berikut ini. Sudahkah Anda mendengar informasi tentang populernya wisata edukasi yang ada di Kabupaten Blitar ini? Jika belum, maka Anda sudah tepat jika sampai pada halaman yang sedang Anda simak kali ini.

Kampung Coklat merupakan tempat yang tepat untuk bersantai bersama keluarga dimana pengunjung akan bersantai di tengah kebun coklat dengan menu makanan dan minuman serba coklat. Coklat menjadi makanan dan minuman primadona di segala kalangan usia. Selain anak-anak dan remaja, coklat juga menjadi favorit bagi golongan tua karena selain nikmat rasa juga mengandung manfaat untuk kesehatan dan memberikan efek relaksasi pada tubuh.

Kampung Coklat Blitar terletak di Jl. Banteng Blorok 18, Desa Plosorejo, Kademangan, Blitar. Dari arah Kota Blitar ke selatan, setelah melewati jembatan kademangan akan ada pertigaan dengan petunjuk menuju ke lokasi. Hanya sekitar 3,5 kilometer pengunjung akan sampai di lokasi. Berikut ini adalah profil dan sejarah serta fasilitas yang ada di lokasi tempat wisata edukasi Kampung Coklat Blitar.

kampung coklat, kampung coklat blitar, edukasi coklat

 Profil Kampung Coklat Blitar
  • Lembaga: KSU Guyub Santoso, CV Guyub Santoso dan UD Guyub Santoso
  • Alamat: Jl. Banteng Blorok 18 Desa Plosorejo – Kecamatan Kademangan – Kab. Blitar
  • Berdiri: 1 Januari 2005 (Gapoktan Guyup Santoso) - 17 Agustus 2014 (Kampung Coklat)
  • Prinsip: Sukses Petani, Sukses Gapoktan, Masyarakat Sejahtera
  • Jaringan: 48 Kelompok Tani Kakao (se-Kab. Blitar) – Gapoktan Kakao Se-Jawa Timur
  • Kultur: Kampung Coklat adalah wisata edukatif yang mengedepankan kemanfaatan pada masyarakat sekitar

Sejarah Kampung Coklat Blitar
Flu Burung - Berawal saat peternakan ayam petelur milik Bapak Kholid Mustofa (Pimpinan Kampung Coklat) mengalami kerugian besar akibat terjangkit virus Flu Burung pada tahun 2004.

Inspirasi Kebun Kakao - Kebun seluas 750m2 milik keluarga yang sudah ditanami Kakao sejak tahun 2000 menjadi inspirasi awal. Ketiadaan pekerjaan dan tuntutan ekonomi mengantar Bapak Kholid Mustofa lebih fokus di kebun kakau tersebut.

Profil Kampung Coklat Blitar
  • Lembaga: KSU Guyub Santoso, CV Guyub Santoso dan UD Guyub Santoso
  • Alamat: Jl. Banteng Blorok 18 Desa Plosorejo – Kecamatan Kademangan – Kab. Blitar
  • Berdiri: 1 Januari 2005 (Gapoktan Guyup Santoso) - 17 Agustus 2014 (Kampung Coklat)
  • Prinsip: Sukses Petani, Sukses Gapoktan, Masyarakat Sejahtera
  • Jaringan: 48 Kelompok Tani Kakao (se-Kab. Blitar) – Gapoktan Kakao Se-Jawa Timur
  • Kultur: Kampung Coklat adalah wisata edukatif yang mengedepankan kemanfaatan pada masyarakat sekitar
  • coklat blitar, coklat malang, coklat jember

Sejarah Kampung Coklat Blitar
Flu Burung - Berawal saat peternakan ayam petelur milik Bapak Kholid Mustofa (Pimpinan Kampung Coklat) mengalami kerugian besar akibat terjangkit virus Flu Burung pada tahun 2004.

Inspirasi Kebun Kakao - Kebun seluas 750m2 milik keluarga yang sudah ditanami Kakao sejak tahun 2000 menjadi inspirasi awal. Ketiadaan pekerjaan dan tuntutan ekonomi mengantar Bapak Kholid Mustofa lebih fokus di kebun kakau tersebut.

Kakao Rp. 9.000,-/kg. HAsil panen Kakao pertama dijual ke Sumberpucung dengan harga Rp. 9.000,- / KG. Harga tersebut menjadi motivasi, beliau berfikir; “Yang tidak dirawat saja bisa laku segitu apalagi jika dirawat”, Akhirnya beliau memutuskan untuk mendalami budidaya kakao dengan magang di PTPN XII Blitar dan Puslit Kota Jember.

Gapoktan Guyub Santoso - Setelah mengikuti magang di PTPN XII Blitar dan Puslit Kota Jember, akhirnya beliau menekuni budidaya kakao dengan mengajak beberapa rekan yang kemudian membentuk Gapoktan Guyub Santoso.


Di sekitar loket masuk Kampung Coklat Blitar pengunjung bisa melihat biji-biji kakao yang dijemur untuk diolah kemudian. Tiket masuk Rp 5.000 (2015) dan pengunjung akan masuk ke sebuah kebun yang sudah disulap menjadi tempat yang nyaman dan santai untuk nongkrong maupun menghabiskan waktu senggang. Ada ruangan produksi coklat di sebelah kanan yang tidak boleh dimasuki pengunjung dan hanya dibatasi dinding kaca, tentu saja pengunjung hanya bisa melihat dari balik dinding kaca saja.

Di Kampung Coklat Blitar terdapat berbagai kios mini yang menjual berbagai makanan dan minuman seperti es coklat, coklat panas, nasi coklat, mie coklat, es krim dan makanan lainnya yang dijual Rp 5.000 - Rp 10.000. Ada juga makanan yang dijual prasmanan untuk pengunjung yang tidak sedekar ingin cemilan saja. Selain itu, ada terapi ikan dengan tarif Rp. 5.000. Semua bisa dinikmati di bawah pohon kakao yang rindang, membuat suasana menjadi semakin mengasyikkan. Ada fasilitas mushola bagi yang akan menunaikan ibadah sholat.



Di sebelah tempat bersantai, pengunjung bisa melihat kebuh bibit coklat dimana pohon coklat-coklat yang masih kecil ini disemai dan sudah muncul batangnya. Untuk edukasi, Kampung Coklat Blitar menyediakan berbagai macam paket wisata edukasi dengan tarif Rp. 15.000 - Rp. 50.000 dimana pengunjung bisa panen biji kakao, pengolahan biji kakao, diskusi dengan pakar bubidaya dan sebagainya. Untuk pembelian tiket edukasi bisa dilakukan di lokasi pembelian tiket masuk.

Produk Paket Wisata Edukasi Kampung Coklat Blitar
Selain fasilitas yang sudah disinggung di atas, terdapat berbagai jenis produk jadi hasil olahan biji coklat yang tersedia di Kampung Coklat. Produk bisa juga dipesan secara online dengan menggunakan jasa pengiriman produk ke lokasi tempat tinggal Anda.